Pengertian Batik Tulis Lengkap Motif, Sejarah dan Ciri Khasnya

Pengertian Batik Tulis – Batik tulis merupakan jenis batik yang paling tua, bisa dibilang juga sebagai jenis batik yang pertama kali muncul karena pada masa – masa awal batik, teknik pembuatan yang digunakan oleh para pengrajin adalah teknik batik tulis. Sebelum akhirnya muncul teknik membatik lain yang disebut dengan teknik batik cap karena menggunakan sistem pengecapan dalam pengaplikasian malamnya.

Pengertian Batik Tulis

Pengertian Batik Tulis
Pengertian Batik Tulis

Pengertian batik tulis secara umum adalah sebuah kerajinan yang dibuat menggunakan tangan dan canting, dan memiliki nilai – nilai seni, sosial, dan filosofis yang tinggi. Wanita Jawa pada zaman dahulu menjadikan keterampilan membatik tulis ini sebagai pekerjaan untuk dapat menghidupi keluarga.

Sejarah Batik Tulis

Pengertian Sejarah Batik Tulis
Pengertian Batik Tulis

Sudah menjadi rahasia umum bahwa secara etimologi batik itu berasal dari Bahasa jawa yaitu “tik” yang artinya membuat titik. Kemudian istilah itu berkembang menjadi kata “Batik”. Jadi pengaplikasian titik dengan menggunakan teknik menulis di atas kain itu lah yang dikenal dengan istilah batik tulis.

Sejarah batik tulis tidak lah jauh berbeda dengan sejarah batik. Seorang peneliti, penjelajah, dan pustakawan asal Belanda bernama Gerret Pieter Rouffaer mengemukakan pendapat bahwa ada kemungkinan teknik batik diperkenalkan dari negara India atau Srilangka pada abad 6 atau 7. Selain itu dia juga menyebutkan bahwa pola gringsing sudah dikenal di kota Kediri Jawa Timur sejak abad 12. Menurutnya motif gringsing ini tidak bisa dibentuk selain menggunakan canting batik, karena itu dia membuat kesimpulan bahwa canting diketemukan pada masa itu di Jawa.

Dalam sebuah Legenda yang tercatat dalam literatur Melayu bernama Sulalatus Salatin pada abad 17, menceritakan bahwa Laksamana Hang Nadim mendapat perintah dari Sultan Mahmud untuk berlayar ke negeri India untuk mendapatkan 140 buah kain serasah yang memiliki pola 40 jenis bunga di setiap lembarnya. Namun karena kapal yang dipakai karam ketika dalam perjalanan kembali, Laksamana Hang Nadim hanya mampu membawa 4 lembar kain serasah dan ini membuat Sultan kecewa. Beberapa penafsir percaya bahwa serasah ini diartikan sebagai batik.

Sedangkan dalam literatur Eropa, History of Java karya sir Thomas Stamford Raffles merupakan buku pertama yang menceritakan teknik membatik. Pada masa Napoleon menguasai Belanda, Sir Raffles pernah menjadi gubernur Inggris di Jawa. Pada awal abad 19 tepatnya pada tahun 1873 seorang saudagar asal Belanda yang bernama Van Rijekevorsel mendapatkan selembar batik setelah berkunjung ke Indonesia dan menyerahkannya ke Museum Etnik di Rotterdam. Banyak yang percaya pada masa itulah batik mengalami masa jayanya.

Sejarah batik yang lain menyebutkan seorang arkeolog Belanda bernama J.L.A Brandes dan seorang sejarawan Indonesia bernama F.A Sutjipto berpendapat tradisi membatik ini berasal dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua.

Sejak memasuki masa industrialisasi dan globalisasi, muncul teknik pembuatan batik yang baru yaitu batik cap dan batik cetak. Sedangkan batik yang tetap menggunakan teknik tradisional dengan menulis dengan canting dan malam di atas kain disebut dengan batik tulis. Dan batik pun sudah berkembang ke seluruh Indonesia, hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas batiknya sendiri.

Jenis – Jenis Batik Tulis

Jenis – Jenis Batik Tulis

Batik tulis merupakan salah satu jenis batik jika dibedakan berdasarkan cara pembuatannya. Nah, untuk batik tulis sendiri juga memiliki beberapa jenis berdasarkan tempat daerah pembuatannya. 4 daerah yang terkenal dengan produksi batik tulisnya adalah Batik Tulis Jogja, Batik Tulis Solo, Batik Tulis Lasem dan Batik Tulis Madura. Untuk batik dari Jogja dan Solo bisa dibaca di artikel sebelumnya sedangkan berikut sedikit penjelasan tentang batik tulis Lasem dan batik tulis Madura.

Batik Tulis Lasem

Batik Tulis Lasem

Lasem sendiri merupakan sebuah kota yang terletak sekitar 12 KM ke arah timur dari kota Rembang, kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia yaitu RA. Kartini. Batik Lasem ini diambil dari nama kota Lasem itu sendiri karena di sini terkenal sebagai salah satu penghasil batik tulis yang bagus dan berkelas. Konon menurut sejarah, kota ini merupakan kota pertama yang dikunjungi oleh seorang laksamana terkenal dari negeri Tiongkok yaitu Laksamana Cheng Ho saat menjelajahi Asia Tenggara.

Meskpun memiliki hasil batik tulis yang indah dan memikat, batik Lasem memang tidak begitu terkenal jika dibandingkan dengan batik Jogjakarta, Solo, dan Pekalongan. Namun begitu batik lasem tidak sepi peminat bahkan para pecinta batik rela datang langsung ke Lasem untuk membeli batik ini.

Sejarah Batik Lasem

Sejarah Batik tulis Lasem

Seperti yang tertuang dalam Babad Lasem yang ditulis oleh Mpu Santri Badra, kedatangan Laksamana Cheng Ho di Lasem pada tahun 1413 M menjadi awal munculnya batik di kota tersebut. Ada seorang anak buah dari Cheng Ho yang bernama Bi Nang Un dan istrinya yang bernama Na Li Ni menetap di Lasem. Dari keterampilan tangan yang dimiliki oleh Na Li Ni inilah muncul berbagai motif kain batik yang dipercaya menjadi awal mula munculnya batik Lasem.

Pada abad 19 hampir setiap keturunan tionghoa yang menetap di Lasem memiliki usaha batik. Mereka memproduksi batik di rumah masing – masing dengan mempekerjakan para penduduk sekitar sebagai pengrajin. Dan mereka pun menjadi semakin kreatif dengan ditandai munculnya motif – motif baru. Pada Masa itulah yang menjadi masa kejayaan batik di Lasem.

Motif Batik Lasem

Motif Batik tulis Lasem
Pengertian Batik Tulis

Kain batik tulis Lasem sangat kental dengan budaya Tionghoa. Beberapa motif yang diciptakan oleh Na Li Ni seperti motif burung Hong, Banji, bunga seruni, dan liong menjadi keunikan dan ciri khas dari batik tulis Lasem sampai sekarang.

Tetapi selain itu juga ada beberapa motif yang memiliki pengaruh dari Jogja dan Solo seperti pola kawung dan parang yang cukup banyak ditemui di kain batik tulis Lasem.

Batik Tulis Madura

Batik Tulis Madura

Selain terkenal dengan Karapan Sapi nya, Madura juga terkenal dengan batik tulisnya. Salah satu ciri khas dari batik Madura ialah terdapat garis – garis dominan yang termuat dalam satu desain. Seperti halnya jenis batik dari daerah lainnya, motif batik Madura juga memiliki cerita dan nilai filosofis yang unik yang mencerminkan kehidupan masyarakat sehari – hari.

Sejarah Batik Madura

Sejarah Batik Madura
Pengertian Batik Tulis

Ada beberapa yang menilai batik Madura memiliki kesamaan dengan batik Jogja. Hal ini bisa saja terjadi, karena adanya hubungan kekeluargaan antara keluarga raja di Mataram dengan para pemangku kedudukan di kerajaan di Madura seperti kerajaan Bangkalan yang berada di bawah kepemimpinan raja Cakraningrat I.

Menurut sejarah, pada abad 16 hingga abad 17 batik Madura mulai berkembang dan dikenal di kalangan masyarakat. Disebutkan bahwa ketika peperangan antara Raden Azhar Kiai Penghulu Bangandan dengan Ke’ Lasep yang merupakan putera Madura keturunan Cakraningrat I terjadi di Pamekasan Madura beredar cerita bahwa Raden Azhar menggunakan baju batik sebagai pakaian kebesarannya yaitu motif parang atau dalam isitlah Madura disebut motif batik leres.

Salah seorang tokoh yang dianggap memiliki peranan penting dan penuh jasa dalam memperkenalkan batik ke daerah Madura adalah Adipati Sumenep yaitu Arya Wiraraja yang juga memiliki hubungan yang dekat dengan Raden Wijaya yang berasal dari Majapahit.

Ciri – Ciri Batik Madura

Ciri – Ciri Batik Madura
Pengertian Batik Tulis

Mirip dengan motif batik Jawa pada umumnya seperti batik Jogja, batik Pekalongan, dan batik Solo, batik Madura juga cenderung memiliki warna – warna berani seperti merah, kuning, biru, dan hijau. Warna – warna tersebut dihasilkan dari bahan pewarna soga alam yang alami seperti mengkudu dan tingi. Tingkatan ke-terang dan ke-gelapannya sebuah kain batik Madura biasanya ditentukan dengan lamanya perendaman sebuah kain. Proses perendamannya sendiri bisa memakan waktu 1 sampai 3 bulan. Perendaman yang lama ini juga agar kain batik Madura bisa bertahan lebih lama.

Untuk motif batik Madura sendiri biasanya berbentuk motif – motif dari binatang, tumbuhan, dan juga kreasi para pengrajinnya. Batik Madura dipengaruhi oleh 2 jenis batik yaitu batik plesiran yang cenderung memiliki warna dan motif yang berani dan batik pedalaman yang memiliki motif bergaya klasik dan berwarna gelap dan kalem. Demikianlah pengertian batik tulis, sejarah batik tulis dan juga beberapa jenis batik tulis menurut daerah asalnya. Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk share di semua sosmed jika dirasa bermanfaat.

Tinggalkan komentar