Motif Batik Yogyakarta Beserta Penjelasan dan Ciri Khas Motif Coraknya

Motif Batik Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang sering juga dikenal dengan Jogja merupakan kota tujuan wisata favorit baik bagi pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Kota ini memang istimewa tidak hanya karena sistem pemerintahannya, tetapi juga kehidupan masyarakatnya yang masih kental dengan adat Jawa khususnya kesultanan Jogja. Ketika berkunjung ke kota ini tidak jarang ditemukan warga yang masih menggunakan pakaian adat Jawa dalam kesehariannya.

Bangunan – bangunan peninggalan sejarahnya pun masih terawat dengan baik dan tidak pernah sepi wisatawan, khususnya kediaman Sultan Jogja yang dikenal dengan sebutan Keraton Jogja. Nah, bagi wisatawan baju dengan motif batik Jogja menjadi favorit untuk dijadikan oleh – oleh. Apa saja sih motif – motif batik yang ada di Jogja.?

Motif Batik Kawung Yogyakarta

motif batik kawung yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Pada umumnya pola yang terdapat pada motif batik kawung ini berbentuk bulatan seperti buah kawung. Buah kawung adalah sejenis buah kelapa yang biasanya digunakan sebagai bahan minuman kolang – kaling. Kain dengan motif batik kawung ini biasanya digunakan sebagai kain panjang. Pada zaman dahulu kain dengan motif ini hanya digunakan oleh kalangan keraton.

Seperti diceritakan pada artikel sebelumnya, motif batik kawung ini lahir dari tangan seorang ibu yang merasa terharu karena sang anak yang merupakan seseorang yang memiliki wibawa yang tinggi dan disegani di desanya diangkat oleh kerajaan untuk menjadi adipati Wonobodro. Pada saat proses pengangkatan tersebut sang anak mengenakan kain dengan motif batik kawung buatan sang ibunda.

Mengacu dari cerita itulah motif batik kawung melambangkan harapan agar seorang pemimpin dapat menjaga hawa nafsu dan hati nuraninya sehingga dapat tercipta keseimbangan dalam kehidupan manusia. Selain itu motif kawung juga memiliki makna bahwa keinginan dan kerja keras dapat membuahkan hasil meskipun terkadang harus menunggu waktu lama.

Motif Batik Parang Yogyakarta

Motif Batik Parang yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Ada dua jenis motif parang yaitu parang rusak yang memiliki arti perlawanan manusia dengan cara mengendalikan kejahatan sehingga kejahatan tersebut bisa berubah menjadi mulia dan bijaksana. Dan yang kedua adalah parang barong yang dahulu pada zaman kerajaan hanya dipakai oleh raja dan merupakan pola batik yang suci.

Parang barong sendiri memiliki arti agar sang raja dapat berhati – hati dalam menjaga diri dan menjadi penguasa yang jujur, adil, dan penuh tanggung jawab kepada rakyatnya.

Secara umum motif batik parang memiliki makna bahwa dalam kehidupan hendaknya dapat dilandasi dengan perjuangan dalam mencari kebahagiaan lagir dan batin ibarat keharuman (kebaikan) dari sekuntum bunga kusuma. Selain itu, kusuma sendiri memiliki arti bunga yang mekar, maka dengan menggunakan batik motif parang kusumo diharapkan si pamakai akan terlihat indah layaknya bunga yang mekar. Pada masa kini, batik motif parang biasanya digunakan untuk kain adat pada acara tukar cincin.

Motif Batik Truntum Jogjakarta

Motif Batik Truntum yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Motif Truntum adalah jenis batik klasik yang sampai sekarang masih terus dilestarikan. Batik motif ini biasanya digunakan dalam acara pernikahan, hal ini berkaitan dengan makna dari motif truntum itu sendiri yaitu harapan agar cinta dan kasih sayang para mempelai dapat terus mekar dan kebagaiann pun selalu terjaga. Biasanya yang memakai kain motif batik truntum ini adalah orang tua kedua mempelai sebagai simbol yang bermakna menuntun anak – anaknya agar bisa mengikuti kedua orang tua masing – masing dalam menjalin mahligai keluarga.

Makna dari motif batik truntum ini erat kaitannya dengan kisah terciptanya motif itu sendiri oleh Kanjeng Ratu Kencana yang merupakan permaisuri dari Raja Paku Buwana III.

Kisah itu berawal ketika Raja berniat untuk menikah lagi karena Ratu Kencana tidak mampu memberikan keturunan. Karena tidak mampu berbuat apa – apa untuk merubah keputusan Raja, sang Ratu sering menghabiskan waktu dengan merenung sembari menatap bintang-bintang di langit. Ratu pun mulai membatik untuk menghilangkan kesedihannya dengan membuat motif yang terinspirasi dari indahnya tatanan bintang di malam hari yang selalu menemaninya.

Sang Raja pun tertegun dengan ketekunan Ratu dalam membatik, dan seiring berjalannya waktu rasa cinta dan kasih sayang yang ada di dalam hati Raja muncul kembali dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikah kembali.

Motif Batik Tambal Jogja

Motif Batik Tambal yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Menurut kepecayaan para leluhur apabila ada seseorang yang menggunakan kain batik dengan motif tambal ini pada saat ia sakit, maka ia akan cepat diberi kesembuhan. Motif batik tambal sendiri memiliki arti yang mirip dengan kata tambal, yaitu menambahkan atau memperbaiki. Dalam arti filosofisnya motif batik tambal memilik arti memperbaiki atau memperbaharui semangat. Ketika semangat sudah diperbaharui maka akan tumbuh harapan yang baru sehingga kesembuhan dapat segera datang.

Pembuatan batik motif tambal ini biasanya mengambil dari beberapa motif yang didesain kembali sehingga berbentuk kotak – kotak dalam satu kain. Dan dalam pewarnaanya menggunakan perpaduan warna terang dan gelap sebagai tanda adanya tambalan. Motif – motif yang biasanya diambil adalah motif batik ceplok, para, dan peru.

Selain memiliki makna yang menggambarkan semangat yang baru dan harapan agar yang sakit dapat sembuh, motif batik tambal juga dipercaya untuk menangkal hal – hal yang memiliki pengaruh buruk atau bisa disebut juga sebagai penolak bala atau sial.

Motif Batik Semen Yogyakarta

Motif Batik Semen yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Pola pada motif batik semen ini terdapat 3 bagian yaitu bagian yang erat hubungannya dengan daratan, contohnya pepohonan dan binatang yang memiliki 4 kaki, kemudian bagian yang ada hubungannya dengan udara seperti burung – burung, dan yang terakhir ada hubungannya dengan laut/air contohnya katak dan ikan.

Kata semen itu sendiri berasal dari kata semi yang memiliki arti tumbuh atau berkembang. Motif batik semen melambangkan kehidupan yang bertumbuh atau bersemi.

Motif batik semen ini juga memiliki beberapa variasi motif seperti :

  • Semen Kakrasana yang berasal dari kraton Surakarta ketika masa Paku Buwono IX. Motif ini melambangkan keteguhan hati dan merakyat.
  • Semen Kingkin yang melambangkan empati dalam kehidupan dan memohon agar ditunjukkan jalan yag terang. Biasanya dipakai oleh mereka yang berkeluarga.
  • Semen Kipas yang melambangkan kesegaran.
  • Semen Sida-Raja memiliki harapan agar cita – citanya dapat tercapai. Motif ini biasa dipakai oleh para pejabat setingkat Bupati dan ke atas.

Motif Sekar Jagad Yogyakarta

Motif Batik Yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta

Jika melihat pola dari motif batik sekar jagad ini, sepintas seperti melihat peta yang terdiri dari pulau – pulau di atasnya. Karena itu ada beberapa yang menganggap bahwa motif sekar jagad ini melambangkan keberagaman yang ada di dunia. Dalam bahasa Belanda “kar” memiliki arti peta dan dalam bahasa Jawa “jagad” berarti dunia.

Motif batik sekar jagad ini juga memiliki makna agar sipemakai akan terlihat cantik dan indah hingga mampu membuat siapapun yang melihatnya terpesona.

Motif sekar jagad mulai berkembang pada abad ke 18, dan secara umum motif ini memiliki nuansa yang penuh dengan bunga – bunga yang indan dan juga varias warna di setiap bagiannya. Keberagaman dan keindahannya itulah yang membuat siapapun yang memakainya akan terlihat sedap dipandang mata.

Alhamdulilah artikel mengenai motif batik yogya sudah selesai, tak lengkap rasanya jika anda tak membaca artikel yang lain seperti motif batik jawa barat yang juga super lengkap. Selain itu anda juga bisa melakukan pembelanjaan grosir seragam batik sekolah dengan menghubungi nomor kontak yang tercantum di website ini. Semoga ilmu yang kami sampaikan dapat bermanfaaat untuk anda dan orang terdekat anda, silahkan share di semua sosial media anda jika anda berkenan.

Tinggalkan komentar