Tutorial Cara Membuat Batik Jumput Lengkap Dengan Motif dan Tekniknya

Cara Membuat Batik Jumput – Tren fashion semakin hari semakin berkembang, tidak hanya di luar negeri tetapi juga di dalam negeri. Bahkan dalam dunia per – batik – an juga tidak lepas dari perkembangan – perkembangan yang merupakan hasil dari inovasi yang tiada henti. Salah satu dari hasil inovasi tersebut adalah teknik batik jumpuan. Jika Batik yang biasa kita kenal berawal dari lingkungan kraton dan memiliki kaitannya dengan sejarah kerajaan – kerajaan pada zaman dahulu khususnya di daerah Jawa, batik jumput atau yang lebih sering disebut batik jumputan  lebih kepada hasil dari inovasi dan kreatifitas para pengrajin yang terus menerus ingin menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Sejarah Batik Jumputan

Sejarah Batik Jumputan
Cara Membuat Batik Jumput

Ada beberapa istilah teknik batik jumputan yang dikenal oleh masyarakat luas, mulai dari teknik batik jumput, batik pelangi, sampai teknik yang dikenal di luar negeri dengan istilah tie dye. Istilah tie dye sangat jarang digunakan di Indonesia.

Menurut cerita yang beredar, teknik batik jumputan ini pertama kali muncul di negeri Tiongkok. Kemudian dibawa ke negeri India dan oleh para saudagar dari India di bawa ke Indonesia saat melakukan misi perdagangan ke Indonesia.

Ada juga yang menyebutkan teknik tie dye ini berasal dari kebudayaan bandhu yang diduga berada di wilayah India. Semenetara itu para arkeolog berpendapat teknik ini sudah ada di Mesopotamia, Peru, India, Yunani, Meksiko, dan juga Roma sejak 5000an tahun yang lalu. Pendapat ini semakin kuat setelah ditemukannya mumi di Mesir yang berasal dari tahun 1000 SM dan dibalut menggunakan kain yang menyerupai motif jumputan. Sehingga muncul juga anggapan yang kuat bahwa teknik ini berkembang dari India hingga Mesir.

Di Indonesia sendiri batik Jumputan berkembang di beberapa daerah mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Ada yang menyebutkan bukit teknik batik tie die sudah ada sejak lama di Indonesia tertera pada Prastasi Sima dari abad ke 10. Namun begitu masing – masing daerah memiliki istilah masing –masing dalam penyebutan teknik jumputan ini. Seperti di Palembang, masyarakat kota ini lebih menyebutnya dengan sebutan kain pelangi, sedangkan di Jawa lebih dikenal dengan istilah tritik, dan untuk Banjarmasin biasanya menyebutnya dengan Sasirangan.

Pada awalnya teknik batik jumputan ini hanya menggunakan pewarna alami dan kain dengan bahan dasar katun. Tetapi dengan berkembangnya teknologi modern, saat ini pengaplikasian teknik tie dye ini dapat digunakan ke banyak produk fashion seperti rompi, jaket, kaos, dan aksesoris – aksesoris lainnya. Tetapi meskipun demikian, teknik jumputan ini akan lebih maksimal jika menggunakan kain berbahan dasar katun dan sutra.

Variasi Warna dan Motif Batik Jumputan

Variasi Warna dan Motif Batik Jumputan
Cara Membuat Batik Jumput

Pada dasarnya pembuatan kain batik jumputan jauh lebih mudah daripada pembuatan kain batik tradisional. Waktu yang dibutuhkan pun tidak se-lama pembuatan kain batik tradisional. Karena pembuatannya yang tidak terlalu rumit, banyak daerah yang mengembangkan teknik ini. Berikut beberapa variasi motif dan warna dari batik jumputan.

  • Motif Kain Jumputan

Motif Kain Jumputan
Cara Membuat Batik Jumput

Cara pembuatan kain ini adalah dengan menarik kain putih dan kemudian diikatkan dengan menggunakan tali. Penggunaan talinya haruslah yang tidak menyerap warna seperti raffia atau karet. Setelah kain diikat mengikuti pola yang diinginkan, kain dicelupkan kedalam pewarna. Tunggu sekitar 1 jam, kemudian tali dilepas dan bilas kain dengan kain yang mengalir.

  • Motif Kain Pelangi

Motif Kain Pelangi

Kain motif pelangi ini kaya akan variasi motif dan warna seperti halnya pelangi. Namun ada juga cerita yang menyebutkan kata pelangi itu dalam Bahasa jawa disebut plangi yang berasal dari kata plong yang memiliki arti kosong di atas bidang putih. Pembuatan kain batik motif pelangi ini memiliki proses yang lebih sulit dan biasanya dibagi menjadi dua tahap yaitu diikat kemudian dibuatkan motif menggunakan kuas.

  • Kain Tritik

Kain Tritik jumputan

Kata tritik itu diambil dari kata Tarik sesuai dengan cara pembuatan kain ini yaitu dengan menjelujurkan kain lalu ditarik dengan rapat menjadi gumpalan kain. Kemudain kain diwarnai dan benang yang dipakai untuk menggumpalkan kain ditarik. Pada awalnya kain ini hanya terdiri dari satu latar warna yaitu biru tua, merah mengukudu atau hitam. Namun kemudian mengalami perkembangan dan dibagian pinggiran, badan, dan tengah diberi warna – warna yang kontras.

  • Kain Sasirangan

Kain Sasirangan

 

Di Banjar Kalimantan Selatan, kain jumputan lebih dikenal dengan kain sasirangan. Zaman dahulu, corak – corak seperti corak bintang bahambur, dan awan bairing dipakai oleh kalangan bangsawan, sedangkan motif ombak sinapur karang dan kangung kaombakan dipakai untuk rakyat biasa.

Cara Membuat Batik Jumputan

Cara Membuat Batik Jumput
Cara Membuat Batik Jumput

Seperti telah disebutkan di atas bahwa pembuatan kain batik jumputan ini cukup simple jika dibandingkan dengan pembuatan kain batik tradisional. Karena itu jenis kerajinan kain ini dapat dibuat bahkan dalam skala kecil untuk keperluan pribadi. Dengan kata lain bisa dibuat sendiri tanpa harus memiliki alat – alat yang mahal.

Berikut adalah langkah – langkah bagi anda yang ini mencoba membuat batik jumputan sendiri, hanya dengan menggunakan peralatan yang ada di rumah. Selain itu yang anda butuhkan hanyalah pewarna dan penguat kain yang sangat mudah ditemukan di toko alat tekstil. Berikut adalah cara membuat batik jumput atau batik jumputan.

Bahan – Bahan

  1. Kain katun jenis blacu, prima atau primisima
  2. Garam dua sendok dan cuka secukupnya
  3. Satu kemasan pewarna memerlukan 2 liter air
  4. Penguat wanter atau wantex

Alat – Alat

  1. Karet Gelang
  2. Koin, batu, kelereng
  3. Kompor
  4. Panci
  5. Sendok kayu untuk mengaduk
  6. Ember

Cara Pembuatan

  1. Bersihkan kain dari debu dan noda
  2. Bentuk pola motif dengan cara mengikatkan kelereng, batu, atau uang koin pada kain di beberapa bagian dengan menggunakan karet
  3. Gunakan panci untuk merebus air hingga mendidih
  4. Pewarna dan penguat dicampurkan ke dalam panci yang berisi air mendidih
  5. Masukkan dua sendok makan garam dan cuka secukupnya kedalam campuran tadi lalu diaduk hingga merata
  6. Dengan menggunakan air bersih, basahi kain yang tadi sudah diikat lalu buat motif yang diinginkan
  7. Celupkan kain kedalam cairan warna yang sudah mendidih tadi. Untuk satu warna, celupkan seluruh bagian kain kedalam pewarna.
  8. Tunggu selama 20 – 30 menit sembari diaduk untuk meratakan dan merekatkan warna pada kain
  9. Untuk multiwarna, pada langkah ke 7 tadi cukup memasukkan bagia kain yang ingin diberi warna saja, kemudian masukkan bagian lainnya ke warna yang lain.
  10. Jika pewarnaan sudah selesai, angkat dan bilas kain dengan menggunakan air dingin
  11. Lalu lepas semua ikatan dan keringkan kain

Kemudan setrika kain agar terlihat lebih rapi.

Catatan :

  • Anda bisa menggunakan tali sebagai ganti karet, namun perlu diperhatikan tali tersebut haruslah tidak tembus air dan dapat mengikat dengan kencang
  • Garam dan cuka berfungsi untuk menguatkan lagi warna agar awet dan tidak gampang luntur
  • Jangan mencampur warna dalam satu wadah

Demikian artikel Cara Membuat Batik Jumput yang bisa anda praktekan, tak lengkap rasanya jika anda tidak membaca artikel Proses Pembuatan Batik tulis yang menurut kami layak untuk anda baca. Semoga apa yang kami berikan untuk anda dapat menambah wawasan anda, jangan lupa untuk share artikel ini ke semua sosial media milik anda.

Tinggalkan komentar